Bom Waktu BBM, Opini Tempo tentang Bahan Bakar Minyak

Rp. 19,000

(Pdf)

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.pdf.price) }}

(Pdf) +

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.hard_copy.price) }}

(Hard Copy)
Type
Qty Stock : Available

Siapa pun presiden yang sedang berkuasa—dan kapan pun dia berkuasa--selalu menghadapi persoalan bahan bakar minyak (BBM), baik menyangkut pasokan, distribusi, efisiensi konsumsi, maupun harga. Dibanding harga minyak di pasar dunia, harga BBM di dalam negeri tergolong murah karena disubsidi. Subsidi BBM memang memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena jumlahnya mencapai triliunan rupiah.

Selain itu, subsidi BBM dinilai tidak tepat sasaran atau salah sasaran sebab golongan terbesar yang menikmati subsidi adalah mereka yang mampu. Sementara itu subsidi sepatutnya diberikan kepada rakyat kurang mampu. Subsidi itu pula yang kerap dituding menjadi penyebab maraknya penyelundupan BBM ke luar negeri karena harga di dalam negeri jauh lebih murah. Tetapi, bila pemerintah mengurangi subsidi, apalagi mencabut subsidi, yang berarti menaikkan harga BBM, kebijakan itu akan memberatkan kehidupan rakyat, khususnya rakyat menengah ke bawah. Sebab, kenaikan harga BBM akan memacu kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

Itulah sebabnya terjadi demonstrasi setiap kali pemerintah berencana menaikkan harga BBM. Kontroversi pun kian panas ketika DPR dan partai politik tertentu tidak satu suara dengan kebijakan yang akan diambil pemerintah. Dan, pemerintah sering gamang dalam memutuskan kebijakan tersebut. Pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid, April 2000, misalnya, terjadi tarik ulur kenaikan harga BBM, yang berakhir dengan penundaan walau sebelumnya pemerintah dan DPR sudah memutuskan untuk mencabut subsidi, dan sudah pula menghitung angka-angkanya dalam APBN.

Bahkan pemerintah pernah mengambil dua keputusan mengenai BBM: semula kenaikan harganya ditunda, beberapa hari kemudian kenaikan diberlakukan segera. Ini terjadi pada Juni 2001.

Ebook ini menghimpun tulisan di rubrik Opini majalah Tempo tentang kebijakan pemerintah terkait BBM, khususnya pengurangan subsidi. Tulisan tersebut tersebar di majalah Tempo antara edisi 19 Desember 1999 dan 12 Mei 2013. Sebagian besar tulisan bertopik tentang kebijakan kenaikan harga BBM, selain ada tulisan tentang kelangkaan dan penyelundupan BBM.

Penerbitan ebook ini dimaksudkan sebagai pendokumentasi masalah BBM, untuk dijadikan sebagai “pengingat” tentang langkah-langkah yang pernah diambil pemerintah di masa lalu. Dokumentasi pendapat Tempo terkait BBM tersebut bisa pula dijadikan bahan review dan pertimbangan untuk saat ini dan waktu yang akan datang.