ISLAM JALAN TENGAH : MENJAUHI SIKAP BERLEBIHAN DALAM BERAGAMA

Rp. 75,000

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.pdf.price) }}

(Pdf) +

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.hard_copy.price) }}

(Hard Copy)
Type
Qty Stock : Available
Qty
Stock : 1
Note
Mizan Store
Jakarta
4.5

Para Mukmin sejati memandang Islam sebagai satu-satunya jalan yang lurus (al-shirâth al-mustaqîm). Isu utama mereka adalah bagaimana kaum Muslim melaksanakan Islam secara kâffah (total). Hal ini bisa menimbulkan kesan bahwa dunia di mata mereka hanya berwajah biner: Islam/kafir, thâghût/Allah, haqq/bâthil, jahiliyah/Islami, Dâr Al-Islâm/dâr al-harb, dan seterusnya. Dengan pandangan-dunia semacam itu, bagi sebagian orang, sikap dan tindakan mereka dianggap terlalu simplistik, linier, keras, dan bahkan radikal.
 
Di sisi yang berseberangan, terdapat sebagian Muslim yang longgar, atau bahkan abai, terhadap prinsip-prinsip Islam. Mereka sering menafsirkan ajaran Islam dalam rangka kepentingan-diri mereka sendiri. Mereka lebih dekat pada sekularisme dan ateisme ketimbang pada Islam, bahkan oleh sebagian orang, mereka dianggap telah keluar dari Islam.
 
Yusuf Qardhawi, seorang ulama yang sangat disegani di dunia Muslim, mencoba memetakan pandangan-pandangan yang berkembang di Dunia Islam. Dengan keluasan ilmu, kejernihan argumentasi, dan kelapangan hati, dia menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang senantiasa menempuh jalan tengah (wasath), yang membawa rahmat bagi semesta alam (rahmah li al-‘âlamîn). Dengan pandangan-dunia itu, Islam menampilkan diri sebagai sebuah agama yang toleran, moderat, adil—tanpa harus kehilangan prinsip-prinsip intrinsiknya. Di dalamnya tersirat pengakuan akan adanya berbagai pandangan, kemungkinan, alternatif, tafsiran tentang Islam yang satu itu.
 
 
TENTANG PENULIS
 
Yusuf Qardhawi lahir di Saft Turab, Mesir, 1926, sekarang tinggal di Doha, Qatar, adalah tokoh-pemikir gerakan Islam Al-Ikhwan Al-Muslimun dan ulama intelektual yang sangat dihormati, baik di kalangan Muslim maupun non-Muslim. Selain dikenal sebagai penulis yang prolifik, dokter lulusan Universitas Al-Azhar ini merupakan figur pemikir yang fatwa-fatwanya diikuti oleh banyak kaum Muslim. Pemikirannya yang moderat dan relevan dengan kebutuhan modernitas masyarakat Islam selalu memberikan kontribusi yang berharga bagi Dunia Islam.