Sewindu Pilkada, Opini Tempo tentang Pemilihan Kepala Daerah

Rp. 19,000

(Pdf)

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.pdf.price) }} Rp. {{ formatPrice(priceCheck.pdf.priceFirst) }}

(Pdf) +

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.hard_copy.price) }} Rp. {{ formatPrice(priceCheck.hard_copy.priceFirst) }}

(Hard Copy)
Type
Qty Stock : Available
Ebook ini berisi kumpulan tulisan Opini di majalah Tempo yang menyoroti penyelenggaraan pilkada. Artikel pertama, yang menyoroti pilkada pertama 2005, yang berlangsung tenang dan terkendali di Kabupaten Kutai Kartanegara. Tentang hal ini, Tempo menulis: "Pemilihan kepala daerah dimulai, hasilnya cukup baik. Harus dilanjutkan dan diperbaiki, walau risiko kekisruhan masih ada." Tulisan kedua, masih soal pilkada 2005, menyinggung soal intervensi pimpinan partai politik di pusat terhadap calon yang dibalas dengan tidak mematuhi ajakan memilih.
 
Opini Tempo juga menyoroti Pilkada Kota Depok 2005, yang diwarnai kisruh antara kandidat Nurmahmudi Ismail dan Badrul Kamal. Sorotan antara lain ditujukan bagi langkah  Nurmahmudi Ismail melawan keputusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat yang menganulir kemenangannya sebagai Wali Kota Depok. Plihan untuk berjuang meniti jalur hukum, tulisa Opini ini, merupakan "Tindakan yang patut mendapat pujian."
 
Soal lain, yakni calon independen, mendapat halaman tersendiri di sebuah Opini edisi 5 Agustus 2007. Tempo menulis, acungan jempol patut diberikan kepada Mahkamah Konstitusi, yang telah mengabulkan permohonan revisi terhadap Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, yang intinya, bahwa calon independen diizinkan berlaga di pilkada. Tentu Pilkada DKI Jakarta tak dilupakan. Opini edisi 25 Maret 2012 menyebut bahwa nama Faisal Basri dan Joko Widodo yang muncul dalam bursa calon Gubernur DKI Jakarta memberikan harapan baru tentang pemimpin Ibu Kota yang bagus.