BUNG KARNO & JOKOWI PEMIMPIN KEMBAR BEDA ZAMAN

Rp. 54,000

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.pdf.price) }}

(Pdf) +

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.hard_copy.price) }}

(Hard Copy)
Type
Qty Stock : Available
Qty
Stock : 25
Note
Mizan Store
Jakarta
4.5

Bonus buku Kiai Abdul Jalal (Sang Penakluk)

Sejarah mengulang dirinya sendiri. Eddi Elison, penulis senior yang merasakan langsung kepemimpinan tujuh Presiden Republik Indonesia dan berinteraksi dengan mereka semua, melihat dan merasakan fenomena pengulangan ini dalam sosok Sukarno dan Joko Widodo. Presiden pertama dan ke-7 Indonesia ini dilihatnya punya banyak kemiripan; mulai dari latar belakang keluarga, perilaku, gaya hidup, prinsip, visi, dan gaya kepemimpinan. Hanya saja penerapannya sedikit berbeda, sebab Bung Karno dan Jokowi hidup di dua masa yang iklim sosial-politik-ekonominya jauh berbeda. Kemiripan-kemiripan itu disajikan dengan tulisan bergaya ringan, tapi dikompliti dengan data dan observasi empiris. Seolah kita diajak melihat ada ‘dua pemimpin kembar’ yang mengemban tanggung jawab di zaman yang berbeda.

 

Endorsement:

 

“Saya setuju pendapat bahwa sosok Jokowi merupakan anak ideologis Sukarno. Hal ini sudah tentu bisa dimengerti, karena Jokowi berusaha mendalami, sehingga mampu mengadaptasi apa yang telah disampaikan Bung Karno, terutama materi yang terkait dalam Trisakti.”

—Guntur Sukarno Putra, Putra Sulung Bung Karno

“Jokowi memang bukan keturunan biologis Sukarno, tapi dia bisa dikatakan anak ideologis Sukarno, yang mencita-citakan bangsa ini berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa Asia dan Barat yang telah maju lebih dulu.”

—Dr. Ikrar Nusa Bhakti, Profesor Riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

“Untuk seseorang dapat dikategorikan sebagai anak ideologis Bung Karno, jelas harus melalui tahap-tahap tertentu, sebut saja melalui periodesasi. Apakah Jokowi telah melaluinya? Tak banyak yang tahu. Karena karier politiknya menonjol saat menjelang dan menjadi Wali Kota Solo. Pada saat itu Bung Karno sudah tiada, berarti ia belajar dari buku. Ternyata ia dapat memahami ide dan cita-cita Bung Karno.”

—Dr. dr. Rusdhy Hoesein, M. Hum, sejarawan

“Suksesnya pelaksanaan Asian Games 2018 pada masa Pemerintahan Pak Jokowi, menurut pendapat saya sama dengan penyelenggaraan Asian Games 1962, meskipun berbeda kondisi. Namun bukan mustahil Pak Jokowi belajar dari apa yang dilakukan Bung Karno.”

—Dr. Rita Soebowo, Mantan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI)