WE HAVE ALWAYS LIVED IN THE CASTLE

Rp. 59,000

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.pdf.price) }}

(Pdf) +

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.hard_copy.price) }}

(Hard Copy)
Type
Qty Stock : Available
Qty
Stock : 24
Note
Mizan Store
Jakarta
4.5

Enam tahun lalu, semangkuk gula yang dibubuhi racun arsenik menewaskan seluruh anggota keluarga Blackwood kecuali dua orang putri, Constance dan Merricat, serta paman mereka, Julian. Constance, sang putri tertua, lolos dari tuduhan pembunuhan, tapi para penduduk desa tak percaya dan mengucilkan keluarga ini. Dua bersaudari dan sang paman pun hidup dalam isolasi dan kesendirian.

Suatu hari datanglah seorang pria bernama Charles yang mengaku sebagai sepupu jauh. Dengan pesona dan karismanya, Charles menjalin keakraban dengan Constance dan Paman Julian. Hanya Merricat yang tetap menjaga jarak dan curiga bahwa dibalik senyum manisnya, Charles hanya ingin menguasai harta keluarga Blackwood. Tapi bagaimana Merricat bisa menyadarkan kakak dan pamannya yang sudah terpesona oleh Charles? Merricat bertekad untuk mengusir Charles meski risikonya adalah Merricat sendiri yang akan tersingkir dari kediaman Blackwood.

Setelah The Haunting of Hill House, Qanita mempersembahkan We Have Always Live in the Castle, satu lagi horror thriller dari penulis klasik Shirley Jackson, Ratu Horor Gothik Amerika yang telah memengaruhi banyak penulis modern Amerika, termasuk Neil Gaiman dan Stephen King. Membawa pembaca dalam labirin gelap jiwa, We Have Always Lived in the Castle mengisahkan tentang penyimpangan, isolasi, niat membunuh dan perjuangan untuk keluar dari lingkaran setan tak berkesudahan, tak heran apabila buku ini  terpilih sebagai salah satu dari sepuluh novel terbaik versi majalah Time. Setelah diadaptasi menjadi pertunjukan drama pada 1966, kini novel ini akan diangkat ke layar lebar dan dibintangi oleh Sebastian Stan, Taissa Farmiga, Alexandra Daddario, dan  Crispin Glover.