Kata, Waktu

Rp. 50,000

(Pdf)

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.pdf.price) }} Rp. {{ formatPrice(priceCheck.pdf.priceFirst) }}

(Pdf) +

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.hard_copy.price) }} Rp. {{ formatPrice(priceCheck.hard_copy.priceFirst) }}

(Hard Copy)
Type
Qty Stock : Available

Kata, Waktu; esai-esai Goenawan Mohamad 1960 - 2001

Penyair yang menyerap banyak inspirasi eksistensialisme, khususnya dari Albert Camus, dan telah menunjukan beberapa kecenderungan postmodernis dalam pemikirannya jauh sebelum literatur postmodernisme masuk ke Indonesia ini, telah menyusun jutaan aksara untuk membela keunikan manusia yang hendak dihancurkan oleh proses konseptualisasi dalam dunia pemikiran, oleh kekejaman revolusi dalam dunia politik, dan oleh tarikan komodifikasi dalam dunia ekonomi.
Kita juga bisa merasakan getar yang menjalar dari tulisan-tulisan yang dikerjakan Goenawan dalam posisinya sebagai seorang Indonesia yang bergulat dengan tema besar yang masih menghadang generasinya: tentang tanah air dan kemerdekaan, tentang bangsa dan pembentukannya; tentang, meminjam kalimat Goenawan sendiri, "ikatan emosional yang menjelam berupa air mata yang merebak ketika melihat sebuah bendera dikibarkan dan sebuah tekad dibisikan \'padamu negeri, jiwa raga kami\'."