MENYOAL STATUS AGAMA AGAMA PRA ISLAM

Rp. 57,000

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.pdf.price) }}

(Pdf) +

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.hard_copy.price) }}

(Hard Copy)
Type
Qty Stock : Available
Qty
Stock : 32
Note
Mizan Store
Jakarta
4.5

Islam diyakini oleh pemeluknya sebagai agama terakhir yang diturunkan oleh Allah bagi umat manusia melalui risalah Nabi Muhammad, nabi pamungkas dari seluruh nabi. Sebagai agama terakhir, Islam diyakini bukan sekadar menyempurnakan dan melengkapi agama-agama sebelumnya, tetapi bahkan menghapuskan keberlakuan agama-agama tersebut. Dengan kata lain, sejak kedatangan agama Islam, maka agama-agama lain dianggap telah obsolete alias kedaluwarsa, dan karenanya dinyatakan tidak berlaku lagi. Demikianlah keyakinan mayoritas (jumhur) umat Islam dewasa ini.

Buku ini menawarkan pandangan yang berbeda dengan mainstream: bahwa Islam memang benar melengkapi dan menyempurnakan agama-agama sebelum, tetapi tidak menghapuskan agama-agama sebelumnya. Argumen itu didasarkan atas pengkajian terhadap khazanah tafsir atas ayat-ayat QS 2: 62, 2: 106, dan 3: 85.

Gagasan ini mengingatkan kita kepada pengertian Islam dalam makna generiknya sebagai “kepasrahan atau ketundukan” kepada Tuhan yang merupakan agama seluruh nabi-nabi, dan bukan Islam dalam pengertian institusi agama yang secara eksklusif dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. Sejalan dengan pengertian itu, jaminan keselamatan di akhirat ditentukan oleh tiga hal fundamental: keyakinan kepada Tuhan dan Hari Akhir yang dibarengi dengan amal saleh. Jaminan demikian berlaku bagi agama apa pun.

Buku ini tentu mengundang pembaca untuk merenungkan kembali makna dan hakikat Islam. Pada gilirannya, pemahaman tentang Islam akan berdampak pada hal-hal lain seperti jaminan keselamatan, toleransi, kebenaran agama(-agama), hubungan antar-agama, titik temu dan titik beda agama-agama, berikut implikasi-implikasi sosial-politik-ekonomi-budaya yang menyertainya.