Wayang dan Topeng : tradisi menjadi seni

Rp. 19,000

(Pdf)

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.pdf.price) }} Rp. {{ formatPrice(priceCheck.pdf.priceFirst) }}

(Pdf) +

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.hard_copy.price) }} Rp. {{ formatPrice(priceCheck.hard_copy.priceFirst) }}

(Hard Copy)
Type
Qty Stock : Available

<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-size: 12.0pt;font-family:&quot;Tahoma&quot;,&quot;sans-serif&quot;">Pementasan wayang erat kaitannya dengan tradisi budaya di Indonesia. Namun kini wayang lebih merupakan pementasan seni. Pada mulanya wayang digunakan untuk menyebaran ajaran agama Islam. Terutama pada jenis wayang golek yang berkembang di Cirebon, Jawa Barat. Jika wayang golek bernafaskan ajaran Islam. Pementasan wayang kulit hadir bersamaaan dengan masuknya ajaran Hindu di Pulau Jawa. Hal ini berkaiatan dengan penokohan wayang kulit yang diangkat dari kisah klasik Mahabarata dan Ramayana.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-size: 12.0pt;font-family:&quot;Tahoma&quot;,&quot;sans-serif&quot;">&nbsp;</span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-size: 12.0pt;font-family:&quot;Tahoma&quot;,&quot;sans-serif&quot;">Seiring perjalanan waktu pementasan wayang yang beradaptasi dengan budaya Jawa dianggap sebagai bentuk budaya otentik masyarakat Jawa. Wayang yang berkembang diantaranya adalah wayang orang, wayang golek, wayang kulit, wayang potehi.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-size: 12.0pt;font-family:&quot;Tahoma&quot;,&quot;sans-serif&quot;">Setiap jenis wayang ini mempunyai kekhasan tersendiri, diiringi dengan sejumlah alat musik tradisional.</span></p>