Gebyar Bintang Muda, Brasil 2014

Rp. 89,000

(Pdf)

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.pdf.price) }}

(Pdf) +

Rp. {{ formatPrice(priceCheck.hard_copy.price) }}

(Hard Copy)
Type
Qty Stock : Available
Qty Stock : Available

“DI Piala Dunia, Tuhan menemukanku.” Kalimat ini diucapkan legenda sepak bola Argentina, Diego Armando Maradona di film Maradona, The Hand of God (2007). Sejarah tak pernah melupakan gol curang Maradona saat meninju bola ke gawang kiper Inggris, Peter Shilton, pada perempatfinal Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Ia menyebutnya “gol tangan Tuhan”. Dunia pun mengecamnya. Tapi pada saat yang sama ia dipuji ketika menciptakan gol indah dengan melewati hadangan tujuh pemain Inggris, termasuk kiper Peter Shilton, sendirian. Tuhan benar-benar telah memilih “bocah ajaib” ini sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

Piala Dunia memang telah banyak melahirkan para pencipta keajaiban. Pele begitu menyihir pada Piala Dunia 1970. Ia menjadi ikon sepak bola Brasil setelah mengantarkan timnya meraih Piala Jules Rimet selama-lamanya. Dari generasi sebelumnya, 1950-an, ada Puskas dari Hungaria. Lalu ada lagi “pangeran” total football, Johan Cruyff, pada 1974. Kemudian masa-masa setelah Maradona memunculkan Zenedine Zidane pada Piala Dunia 1998 dan para “pelukis” tiki-taka dari Spanyol empat tahun lalu. Pele yang terkenal dengan tendangan saltonya ini menggambarkan setiap laga di Piala Dunia saat itu sebagai “hari-hari milikku”.

Kita akan menyaksikan siapa lagi bintang sepak bola yang akan “melukis” sejarah Piala Dunia di Brasil tahun ini. Apakah Lionel Messi dari Argentina, Neymar dari Brasil, Cristiano Ronaldo dari Portugal, Mesut Oezil dari Jerman, Luis Suarez dari Uruguay, Eden Hazard dari Belgia atau Mario Balotelli dari Italia? Para penggemar sepak bola sejagat akan begadang sepanjang hari, dari 12 Juni-13 Juli 2012, menanti para maestro menyuguhkan “sihir” mereka.

Lewat buku yang sekarang berada di hadapan Anda, Tempo menghidangkan cerita para bintang yang bakal bersinar di salah satu kiblat sepak bola dunia itu. Jika pada buku Piala Dunia sebelumnya kami lebih banyak mengulas peta kekuatan seluruh tim, di buku ini kami melengkapinya dengan ulasan para bintang muda yang bakal mencorong di Piala Dunia yang diselenggarakan di 12 kota ini. Di Eropa saja ada 101 pemain yang belum genap berusia 22 tahun telah malang melintang di kompetisi beberapa negara. Sebagian dari mereka akan tampil di Brasil.

Tak cuma itu. Untuk memperkuat laporan, kami menyuguhkan reportase langsung dari negeri jogo bonito. Tempo mendatangi akademi-akademi sepak bola yang melahirkan beberapa pemain besar Brasil dan mendatangi favela--perkampungan kumuh di tengah kota, tempat sepak bola tumbuh subur dan menjadi jalan pintas mengangkat derajat penduduk miskin. Tempo juga mewawancarai Carlos Alberto, kini 69 tahun, yang dikenal sebagai salah satu bek kanan terbaik dunia pada dekade akhir 1960- pertengahan1970-an. Kini, pesepakbola yang berasal dari kawasan kumuh di Rio de Janeiro ini menjadi duta besar Piala Dunia 2014.

Buku ini dilengkapi infografis tim, pemain, stadion, prediksi tiap kesebelasan, dan susunan kesebelasan pilihan Tempo. Tak lupa kami mengulas bisnis besar dalam hajatan empat tahunan federasi sepak bola dunia (FIFA) ini. Total hadiah yang akan diberikan, misalnya, mencapai sekitar US$ 454 juta atau Rp 5,3 triliun. Jumlah ini hampir satu setengah kali lipat hadiah piala dunia empat tahun lalu. Anda bisa mengetahui berapa miliar tim favorit Anda akan membawa pulang hadiah, juga bonus, jika mereka lolos ke semifinal, final atau bahkan juara.

Selamat menikmati piala dunia dan hari-hari yang mendebarkan dan sekaligus mengesankan. Pesta empat tahunan ini benar-benar akan menguras adrenalin Anda. Buku ini, mudah-mudahan, bisa menjadi panduan sebelum Anda memilih tim mana yang layak menjadi juara. Selamat membaca.